Berdayakan Perempuan dan Petani dengan Tepung Mocaf

“Dari Petani untuk Healthy Food Lovers”

rumah mocaf terus bergerak untuk kebermanfaatan bersama, saat ini rumah mocaf telah memberdayakan lebih dari 400 petani singkong dan perempuan pengolah mocaf yang tersebar di pedesaan banjarnegara. berawal dari rendahnya harga singkong di banjarnegara pada saat tahun 2014 harga singkong mencapai 200 rupiah per kilonya, itu merupakan harga terendah menurut para petani singkong, sehingga untuk memanen singkong mereka bukannya untung tapi malah harus mengeluarkan uang untuk panen, karena untuk melakukan pemanenan singkong juga membutuhkan modal yang cukup banyak mengingat medan di pedesaan yang juga cukup terjal.

Hal ini yang akhirnya mendorong rumah mocaf terjun langsung ke pedesaan untuk mencoba berbagi ilmu dengan petani singkong dan perempuan pengolah mocaf agar nilai jual singkong bisa lebih tinggi dari sebelumnya. akhirnya setelah tim kami melakukan riset pengembangan singkong dengan berkonsultasi para pakar-akar teknologi pangan di universitas ternama, tim kami memutuskan untuk mengolah singkong menjadi tepung mocaf yang memiliki nilai jual tinggi.

Setelah diolah menjadi tepung mocaf para perempuan dan petani singkong di pedesaan mulai merasakan dampaknya karena harga singkong semakin naik sehingga kesejahteraan masyarakat pun juga sedikit demi sedikit mulai terangkat. para petani singkong semakin semangat dalam menanam singkong karena kami juga melakukan edukasi kepada petani singkong agar bisa memaksimalkan hasil pertaniannya dengan menggunakan teknologi pertnaian terbaru.

Para ibu-ibu atau perempuan pengrajin mocaf pun juga terkena dampaknya karena mereka yang sebelumnya menjadi ibu rumah tangga, kini bisa ikut membantu mengolah singkong menjadi tepung mocaf, sehingga bisa mendapatkan penghasilan tambahan bagi mereka dan merekapun kini bisa menabung untuk kebutuhan mendatang.

rumah terus berkomitmen dan memiliki impian untuk bisa memberdayakan perempuan dan petani singkong melalui tepung mocaf, kami membagi rumah mocaf menjadi 3 klaster yang salaing berhubangan satu sama lain, yang pertama klaster budidaya singkong yang dilakukan oleh para petani, yang kedua klaster pengrajin tepung mocaf yang dilakukan perempuan atau ibu-ibu rumah tangga di pedesaan, kemudian klaster ketiga melkukan penepungan, pengayakan, pengemasan, branding, marketing, serta melakukan quality control agar produk mocaf bisa bersaing tidak hanya di indonesia tetapi juga bisa ekspor ke pasar internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *